SALATIGA – Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan penelitian. Salah satu teknologi yang semakin banyak dimanfaatkan oleh akademisi adalah ChatGPT, sebuah AI generatif yang mampu membantu proses pencarian ide, penyusunan kerangka penelitian, hingga pengembangan naskah ilmiah. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru terkait etika akademik, integritas ilmiah, serta kemampuan pengguna dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Silindo yang berada di bawah naungan Yayasan Meira Visi Persada (MVP Foundation) kembali menyelenggarakan MVP Webinar Series #45 secara virtual pada Sabtu, 11 Juli 2026. Mengangkat tema “Optimalisasi ChatGPT untuk Penelitian dan Publikasi Ilmiah: Teknik Prompt, Etika, dan Praktik Terbaik”, webinar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, akademisi, serta praktisi untuk memahami pemanfaatan ChatGPT secara efektif dalam mendukung kegiatan penelitian tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip etika akademik.
Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang penelitian, teknologi digital, dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia akademik.
Mendorong Pemanfaatan Artificial Intelligence yang Bertanggung Jawab
Melalui sambutan yang disampaikan oleh moderator, Founder Yayasan Meira Visi Persada, Dr. (c) Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah ini.
Beliau menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence perlu disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus selalu diiringi dengan integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui webinar ini, peserta diharapkan mampu memahami bagaimana memanfaatkan ChatGPT sebagai alat bantu yang produktif sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran ilmiah dalam setiap proses penelitian.

Mengoptimalkan ChatGPT sebagai Mitra dalam Proses Penelitian
Sesi pertama menghadirkan Erni Yanti Natalia, S.Pd., M.Ak., akademisi dari Program Studi Akuntansi Universitas Putera Batam, yang membawakan materi “Optimalisasi ChatGPT untuk Mendukung Proses Penelitian Akademik.”
Dalam pemaparannya, Erni menjelaskan bahwa ChatGPT dapat dimanfaatkan sejak tahap awal penelitian, mulai dari menemukan ide penelitian, mengidentifikasi research gap, menyusun pertanyaan penelitian, hingga membantu penyusunan proposal maupun artikel ilmiah.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya kemampuan menyusun prompt yang tepat. Menurutnya, kualitas jawaban yang dihasilkan ChatGPT sangat dipengaruhi oleh cara pengguna menyampaikan instruksi. Prompt yang jelas, spesifik, dan sesuai konteks akan menghasilkan informasi yang jauh lebih relevan dibandingkan pertanyaan yang bersifat umum.
Beliau juga mengingatkan bahwa ChatGPT bukanlah pengganti kemampuan berpikir kritis seorang peneliti. Seluruh informasi yang dihasilkan tetap perlu diverifikasi menggunakan sumber ilmiah yang kredibel agar kualitas penelitian tetap terjaga.
Dengan pendekatan yang tepat, ChatGPT dapat menjadi mitra yang membantu meningkatkan efisiensi proses penelitian tanpa mengurangi kualitas analisis maupun orisinalitas karya ilmiah.
Menjaga Etika dan Integritas Akademik dalam Pemanfaatan ChatGPT
Sesi kedua menghadirkan Agie Nugraha Pratama, S.T., M.Kom., akademisi sekaligus praktisi teknologi digital yang membawakan materi “Etika dan Praktik Terbaik Penggunaan ChatGPT dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah.”
Dalam paparannya, Agie menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence membuka berbagai peluang baru bagi dunia akademik. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap berada dalam koridor etika akademik sehingga tidak mengurangi kualitas maupun keaslian sebuah karya ilmiah.
Beliau mengulas berbagai praktik terbaik dalam memanfaatkan ChatGPT sebagai alat bantu penelitian, mulai dari proses eksplorasi ide, penyusunan kerangka tulisan, hingga pendamping dalam memahami literatur ilmiah. Meski demikian, seluruh hasil yang diperoleh dari AI tetap memerlukan proses verifikasi, penyuntingan, serta analisis lebih lanjut oleh peneliti.
Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai risiko penggunaan AI secara tidak tepat, seperti munculnya informasi yang tidak akurat, referensi yang tidak valid, hingga potensi pelanggaran integritas akademik apabila hasil AI digunakan tanpa proses evaluasi yang memadai.
Melalui pendekatan yang etis dan bertanggung jawab, ChatGPT dapat menjadi teknologi pendukung yang mampu meningkatkan produktivitas penelitian sekaligus tetap menjaga kualitas publikasi ilmiah.

Bapak Agie Nugraha Pratama menekankan bahwa ChatGPT merupakan alat bantu yang harus digunakan secara bertanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.
Diskusi Interaktif Bahas Masa Depan AI dalam Dunia Akademik
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif. Berbagai pertanyaan diajukan kepada para narasumber mengenai teknik menyusun prompt yang efektif, pemanfaatan ChatGPT dalam menentukan topik penelitian, hingga batasan etis penggunaan Artificial Intelligence dalam penyusunan karya ilmiah.
Diskusi juga membahas bagaimana akademisi dapat memanfaatkan perkembangan AI tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi utama dalam penelitian. Para narasumber sepakat bahwa teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu memperkuat proses ilmiah, bukan menggantikan peran peneliti dalam melakukan analisis maupun pengambilan keputusan akademik.
PT Silindo Perkenalkan AICoPS 2026 kepada Peserta Webinar
Pada penghujung kegiatan, panitia turut memperkenalkan The Second Annual International Conference on Police Studies (AICoPS) 2026, konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Meira Visi Persada bersama PT Sinergi Ilmiah Indonesia (PT Silindo).
Konferensi yang akan dilaksanakan secara daring pada 30 Juli 2026 ini mengangkat tema “Professional Policing in the Age of Global Risks and Digital Threats” serta menghadirkan pembicara dari berbagai negara. AICoPS 2026 terbuka bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, aparatur pemerintah, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kepolisian, keamanan, hukum, kebijakan publik, ekonomi, dan ilmu sosial.
Melalui pengenalan AICoPS dalam rangkaian Webinar Series, PT Silindo berharap semakin banyak akademisi Indonesia dapat memperluas jejaring internasional sekaligus berkontribusi dalam forum ilmiah global.

The Second Annual International Conference on Police Studies (AICoPS) 2026 sebagai agenda ilmiah internasional yang akan diselenggarakan pada 30 Juli 2026.
MVP Webinar Series Bertransformasi Menjadi Program Akademik PT Silindo
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan bahwa MVP Webinar Series akan bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem program akademik PT Sinergi Ilmiah Indonesia (PT Silindo).
Transformasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas layanan pengembangan kompetensi akademik dan profesional melalui penyelenggaraan webinar, pelatihan, workshop, konferensi internasional, hingga berbagai program ilmiah lainnya.
Dengan semangat “End-to-End Academic Solution”, PT Silindo berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika, peneliti, institusi pendidikan, maupun masyarakat luas dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Komitmen PT Silindo dalam Mendukung Transformasi Akademik Digital
Melalui penyelenggaraan MVP Webinar Series #45, PT Silindo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia akademik saat ini.
Selain memperoleh materi dari para narasumber, peserta juga mendapatkan kesempatan memperluas jejaring akademik, berdiskusi secara langsung dengan para pakar, serta memperoleh berbagai fasilitas pendukung kegiatan webinar.
Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence, kemampuan memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab menjadi kompetensi yang semakin penting bagi setiap akademisi. Melalui literasi digital yang terus diperkuat, PT Silindo berharap semakin banyak mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.
